Empat Siswa Indonesia Siap Bersaing dan Berkompetisi pada Ajang International Olympiad in Informatics (IOI) 2025 di Bolivia

banner 468x60

 

HelloBerita, Jakarta, 26 Juli 2025 – Indonesia kembali mengirimkan talenta terbaik bangsa di Ajang Talenta Internasional. Kali ini melalui Pusat Prestasi Nasional (Pusat Prestasi Nasional), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), empat siswa terbaik dikirim untuk berlaga di ajang Olimpiade Informatika Internasional atau International Olympiad in Informatics (IOI) ke-37 di Sucre, Bolivia.

Para siswa yang mewakili Indonesia pada ajang IOI 2025, yaitu Aufan Ahmad Mumtaza dari SMAS Al-Irsyad Satya, Kelven Nathanael dari SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya, Hanif Achdan Pietoyo dari SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta, dan Nathan Allan dari SMA Kanisius Jakarta.

Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto, mengapresiasi setinggi-tingginya para siswa yang berhasil mewakili Indonesia pada ajang IOI tahun ini. “Selamat kepada adik-adik yang telah terpilih menjadi delegasi Indonesia. Proses sampai bisa mewakili Indonesia di ajang Internasional ini tentu tidak mudah. Selamat berjuang dan raih hasil yang terbaik,” katanya pada acara Pelepasan Delegasi pada empat ajang internasional, Kamis (17/7) lalu.

BACA JUGA ;  AktivitasTambang Batuan di Balun Ijuk Diduga Ilegal, Warga : Ali Tato Selaku Koordinator

Pada kesempatan ini, Kepala Puspresnas, Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, percaya dan yakin para siswa dapat bersaing dengan negara lainnya pada ajang tersebut. “Semua siswa yang terpilih di IOI ini sudah melalui proses yang sangat panjang mulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, Nasional, hingga tahap pembinaan. Kami yakin adik-adik dapat meraih prestasi yang membanggakan,” tutur Irene.

BACA JUGA ;  Ronal Pengusaha Apotik di Pangkalpinang , Diduga Pemilik Alat Berat Hitachi Yang Terjadi Laka Tambang Di Pemali Bangka Hello Berita -Polda Babel telah menetapkan 5 tersangka dalam kasus laka tambang di pondi Pemali Bangka ,Namun belum ada kompirmasi resmi dari pihak berwenang tentang keterlibatan Ronal dalam kasus ini . Tragedi kecelakaan tambang pada 2 Februari 2026 lalu Masi membekas di ingatkan publik , peristiwa memilukan dikawasan eks tambang timah Pondi Desa Pemali , Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka , yang menewaskan tujuh Penambang asal Banten yang tertimbun tanah akibat kontur lahan yang labil saat aktivitas penambangan berlangsung Insiden maut tersebut tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga korban , tetapi juga membuka tabir panjang praktik pertambangan ilegal diwilayah tersebut Seperti diberitakan sebelumnya , penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus ( Ditreskrimsus ) Polda Kepulauan Bangka Belitung telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus tragedi eks Tambang Pondi , mereka adalah kimkian Alias Akian , Suhendri alias aciu , Sarpuji Sayuti , Hian Tian alias Athian Deniang (39) Serta MN alias Ni (62), dua nama terakhir diketahui menjabat sebagai Direktur Utama dan penanggung jawab operasional CV Tiga Saudara Kelima tersangka kini telah diamankan dan menjalani penahan dirumah Tahanan Mapolda Bangka Belitung guna proses hukum lebih lanjut Namun pengusutan kasus ini diduga belum berhenti pada lima tersangka tersebut Berdasarkan keterangan dari sumber A1 yang di percaya tim investigasi Awak media yang meminta indentitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan , muncul dugaan adanya pihak lain yang berperan dibalik aktivitas tambang tersebut Sumber tersebut mengungkapkan bahwa dua unit alat berat jenis ekskavator yang ikut tertimbun merupakan milik seorang pengusaha bernama Ronal , yang dikenal sebagai pemilik usaha alat berat sekaligus pemain lama dalam bisnis pertimahan di Bangka Belitung Tidak hanya itu sosok tersebut juga disebut memiliki usaha apotik ternama di kota Pangkalpinang Tragedi eks tambang Pondi menjadi pengingat keras bahwa praktik pertambangan tanpa izin bukan sekadar pelanggaran hukum , tetapi juga ancaman nyata bagi keselamatan manusia , kini masyarakat menunggu sejauh mana pengusutan kasus ini , mampu membuka seluruh rantau aktor yang diduga berada dibalik aktivitas tambang ilegal tersebut . (A,saputra)

Berbagi cerita, Nathan Allan, salah satu siswa perwakilan Indonesia asal SMA Kanisius Jakarta, mengaku bangga dan antusias untuk mengharumkan nama Indonesia. “Saya bersyukur bisa mendapatkan pengalaman dari pembinaan dan diskusi bersama teman-teman. Lewat hal itu, saya mendapatkan pengetahuan dan pandangan baru untuk menghadapi ajang IOI,” ungkap Natahan.

“Semoga saya bisa membuat cerita yang membanggakan bersama teman-teman saya di ajang IOI kali ini,” tambahnya.

Senada dengan Nathan, Kelven Nathanael dari SMA Katolik St. Louis 1, Jawa Timur, juga berharap bisa meraih hasil terbaik pada ajang bergengsi di bidang Informatika itu. “Saya terinspirasi kata-kata motivasi dari Bapak Mariman Darto, yaitu harus menargetkan Nobel Prize jika gagal saya masih mendapatkan medali emas,” ucap Kelven.

BACA JUGA ;  Polres Bangka Barat Ungkap Kasus Narkotika di Awal 2026

Pada ajang IOI, para siswa didampingi oleh Tim Pembina yaitu, Ammar Fathin Sabili dari Universitas Indonesia sebagai Team Leader dan Joel Gunawan dari Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) sebagai Deputy Leader.

Ammar Fathin Sabili, juga optimis semua siswa mempunyai peluang untuk membawa pulang medali. “Semoga semua siswa mendapat semua medali. Besar harapannya mereka juga mendapat medali emas,” pungkasnya.

International Olympiad in Informatics (IOI) ke-37 akan berlangsung pada 27 Juli s.d. 3 Agustus 2025 di Sucre, Bolivia. IOI mempertemukan lebih dari 650 peserta dari 98 negara. Perlombaan dalam IOI terdiri dari pemrograman/coding komputer dan penyelesaian masalah terkait algoritmik.( red )

 

 

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed