Kapolres Bangka Barat Himbau Masarakat Pesisir Waspada Cuaca Buruk dan Air Laut Pasang

Berita Utama59 Dilihat
banner 468x60

Kapolres Bangka Barat Imbau Masyarakat Pesisir Waspada Cuaca Buruk dan Air Laut Pasang

hello berita Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K. mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Kabupaten Bangka Barat, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk dan air laut pasang pada awal Januari 2026.

AKBP Pradana Aditya Nugraha mengatakan, berdasarkan prediksi cuaca, kondisi cuaca buruk diperkirakan terjadi pada tanggal 4 hingga 5 Januari 2026 dengan potensi hujan lebat disertai angin kencang serta peningkatan permukaan air laut.

BACA JUGA ;  1 Unit Ekscavator yang Disembunyikan Di Kebun Sawit di Dusun B1 Lubuk Besar, Diduga tak Berdokumen Resmi Alias Bodong

“Menindaklanjuti prediksi cuaca buruk tersebut, kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan melakukan langkah-langkah antisipasi, terutama bagi warga yang berada di wilayah pesisir,” kata AKBP Pradana, Minggu (4/1/2026).

Ia menyampaikan, cuaca ekstrem berpotensi menyebabkan kenaikan debit air dan air laut pasang yang dapat berdampak pada permukiman warga. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk mengamankan barang-barang berharga serta memindahkannya ke tempat yang lebih aman.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar membatasi aktivitas di luar rumah saat cuaca buruk serta menghindari area rawan, termasuk kawasan pesisir dan aliran air yang berisiko terdampak luapan.

BACA JUGA ;  Ronal Pengusaha Apotik di Pangkalpinang , Diduga Pemilik Alat Berat Hitachi Yang Terjadi Laka Tambang Di Pemali Bangka Hello Berita -Polda Babel telah menetapkan 5 tersangka dalam kasus laka tambang di pondi Pemali Bangka ,Namun belum ada kompirmasi resmi dari pihak berwenang tentang keterlibatan Ronal dalam kasus ini . Tragedi kecelakaan tambang pada 2 Februari 2026 lalu Masi membekas di ingatkan publik , peristiwa memilukan dikawasan eks tambang timah Pondi Desa Pemali , Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka , yang menewaskan tujuh Penambang asal Banten yang tertimbun tanah akibat kontur lahan yang labil saat aktivitas penambangan berlangsung Insiden maut tersebut tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga korban , tetapi juga membuka tabir panjang praktik pertambangan ilegal diwilayah tersebut Seperti diberitakan sebelumnya , penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus ( Ditreskrimsus ) Polda Kepulauan Bangka Belitung telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus tragedi eks Tambang Pondi , mereka adalah kimkian Alias Akian , Suhendri alias aciu , Sarpuji Sayuti , Hian Tian alias Athian Deniang (39) Serta MN alias Ni (62), dua nama terakhir diketahui menjabat sebagai Direktur Utama dan penanggung jawab operasional CV Tiga Saudara Kelima tersangka kini telah diamankan dan menjalani penahan dirumah Tahanan Mapolda Bangka Belitung guna proses hukum lebih lanjut Namun pengusutan kasus ini diduga belum berhenti pada lima tersangka tersebut Berdasarkan keterangan dari sumber A1 yang di percaya tim investigasi Awak media yang meminta indentitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan , muncul dugaan adanya pihak lain yang berperan dibalik aktivitas tambang tersebut Sumber tersebut mengungkapkan bahwa dua unit alat berat jenis ekskavator yang ikut tertimbun merupakan milik seorang pengusaha bernama Ronal , yang dikenal sebagai pemilik usaha alat berat sekaligus pemain lama dalam bisnis pertimahan di Bangka Belitung Tidak hanya itu sosok tersebut juga disebut memiliki usaha apotik ternama di kota Pangkalpinang Tragedi eks tambang Pondi menjadi pengingat keras bahwa praktik pertambangan tanpa izin bukan sekadar pelanggaran hukum , tetapi juga ancaman nyata bagi keselamatan manusia , kini masyarakat menunggu sejauh mana pengusutan kasus ini , mampu membuka seluruh rantau aktor yang diduga berada dibalik aktivitas tambang ilegal tersebut . (A,saputra)

Selain itu, AKBP Pradana mengimbau para nelayan untuk lebih berhati-hati dalam melaut dan menunda keberangkatan apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan. Para pengendara kendaraan bermotor juga diminta meningkatkan kewaspadaan karena kondisi jalan yang licin akibat hujan.

“Kami juga mengingatkan kepada masyarakat yang berwisata ke pantai, agar lebih waspada terhadap ombak besar dan kepada para orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya,” ujarnya.

BACA JUGA ;  Upacara Hari Kesadaran Nasional 2026, Wakapolres Bangka Barat: Momentum Perkuat Nasionalisme dan Integritas

Sebagai tindak lanjut dari himbauan tersebut, jajaran Polres Bangka Barat melalui Satpolairud telah melaksanakan kegiatan pemberian imbauan langsung kepada masyarakat pesisir Pantai Tanjung Laut pada Minggu (4/1/2026), guna mengingatkan warga agar selalu siap mengantisipasi dampak cuaca buruk dan air laut pasang.

Kapolres Bangka Barat menegaskan, Polres Bangka Barat akan terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan pelayanan serta bantuan kepada masyarakat apabila terjadi kondisi darurat akibat cuaca ekstrem.

(A,r saputra)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *