Demi Mengelabui Media, Afen Pengurus Tambang AP di Jalan Laut Diduga Sering Gonta Ganti Nomor HP.

banner 468x60

Tambang Milik AP dan Afen diduga masuk dalam Kawasan Bakau dna Permukiman Warga

HelloBeritaBabel, Sungailiat, Bangka – Aktivitas penambangan pasir timah ilegal menggunakan  1 unit alat berat  jenis ekscavator yang beroperasi di Tepi Sungai Alur Nelayan  dan masuk dalam Kawasan Bakau serta berada di tengah permukiman warga di Puri Ansel Kampung Jalan Laut, Kota Sungailiat, Kabupaten Bangka, Rabu, (4/3/2026 ) hingga saat ini masih terus berlanjut dan tak peduli dengan keresahan warga akibat limbah tailing tambang.

Sering Gonta Ganti Nomor HP, Afen Sulit Dihubungi

Kegiatan tambang pasir timah ilegal yang diduga milik pengusaha kesohor di Kota Sungailiat berinisial AP itu menggunakan 1 unit ekscavator dengan pengurus lapangan diduga bernama Afen.

” Tambang itu sebenarnya punya Boss AP cuman dia main di belakang layar karena dulu pernah bermasalah dan berurusan dengan hukum akibat kasus tambang, makanya untuk tambang yang ini dia pakai nama Afen yang sebenarnya peran Afen itu adalah pengurus lapangan,” terang salah satu orang warga masyarakat nelayan. ( 3/3 )

BACA JUGA ;  Peringati Isra Mi’raj, Kapolres Bangka Barat Ajak Personel Jadikan Tugas sebagai Ladang Ibadah

” Kalau Afen itu susah dihubungi karena suka gonta ganti nomor telepon,” sebutnya

” Ya mau apalagi Pak. walaupun sudah jelas – jelas tambang itu di tengah permukiman warga tapi belum pernah kita lihat APH datang merazi ataupun memberi imbauan,” ungkapnya.

Boss AP yang disebut – sebut selaku pemilik tambang dan Afen selaku pengurus hingga saat saat ini belum bisa dihubungi guna dikonfirmasi terkait kegiatan ilegalnya yang berada di kawasan bakau dan di permukiman warga.

BACA JUGA ;  Messi Masih Ingin Juara di Piala Dunia 2026

Isu Beredar adanya Keterlibatan Oknum Polair, Kapolres Bangka Diminta segera Menindaklanjuti

Sementara itu, terkait informasi adanya keterlibatan oknum anggota Kepolisian dari Polair Polres Bangka, wartawan media terus berupaya menggali informasi tersebut lebih dalam.

Terpisah, Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwi Putra, SH, S.Ik berjanji akan melakukan tindaklanjut atas informasi ini, dan akan segera melakukan pengecekan ke lokasi tambang.

BACA JUGA ;  Ronal Pengusaha Apotik di Pangkalpinang , Diduga Pemilik Alat Berat Hitachi Yang Terjadi Laka Tambang Di Pemali Bangka Hello Berita -Polda Babel telah menetapkan 5 tersangka dalam kasus laka tambang di pondi Pemali Bangka ,Namun belum ada kompirmasi resmi dari pihak berwenang tentang keterlibatan Ronal dalam kasus ini . Tragedi kecelakaan tambang pada 2 Februari 2026 lalu Masi membekas di ingatkan publik , peristiwa memilukan dikawasan eks tambang timah Pondi Desa Pemali , Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka , yang menewaskan tujuh Penambang asal Banten yang tertimbun tanah akibat kontur lahan yang labil saat aktivitas penambangan berlangsung Insiden maut tersebut tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga korban , tetapi juga membuka tabir panjang praktik pertambangan ilegal diwilayah tersebut Seperti diberitakan sebelumnya , penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus ( Ditreskrimsus ) Polda Kepulauan Bangka Belitung telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus tragedi eks Tambang Pondi , mereka adalah kimkian Alias Akian , Suhendri alias aciu , Sarpuji Sayuti , Hian Tian alias Athian Deniang (39) Serta MN alias Ni (62), dua nama terakhir diketahui menjabat sebagai Direktur Utama dan penanggung jawab operasional CV Tiga Saudara Kelima tersangka kini telah diamankan dan menjalani penahan dirumah Tahanan Mapolda Bangka Belitung guna proses hukum lebih lanjut Namun pengusutan kasus ini diduga belum berhenti pada lima tersangka tersebut Berdasarkan keterangan dari sumber A1 yang di percaya tim investigasi Awak media yang meminta indentitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan , muncul dugaan adanya pihak lain yang berperan dibalik aktivitas tambang tersebut Sumber tersebut mengungkapkan bahwa dua unit alat berat jenis ekskavator yang ikut tertimbun merupakan milik seorang pengusaha bernama Ronal , yang dikenal sebagai pemilik usaha alat berat sekaligus pemain lama dalam bisnis pertimahan di Bangka Belitung Tidak hanya itu sosok tersebut juga disebut memiliki usaha apotik ternama di kota Pangkalpinang Tragedi eks tambang Pondi menjadi pengingat keras bahwa praktik pertambangan tanpa izin bukan sekadar pelanggaran hukum , tetapi juga ancaman nyata bagi keselamatan manusia , kini masyarakat menunggu sejauh mana pengusutan kasus ini , mampu membuka seluruh rantau aktor yang diduga berada dibalik aktivitas tambang ilegal tersebut . (A,saputra)

” Terimakasih infonya, kami akan segera cek ke lapangan,” tegas Deddy.

Permintaan konfirmasi ke pihak Ditreskrimsus Polda Babel dan Dinas Kementerian Lingkungan Hidup Provinsi Bangka Belitung hingga saat ini masih terus diupayakan. ( Team HelloBeritaBabel)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *