Kalapas harus Tahu! WBP Sadam di Blok D Kamar1 Lapas Bukit Semut Jualan Extacy

Berita Utama, Daerah134 Dilihat
banner 468x60

HelloBerita, Sungailiat – Lapas Kelas II B Bukit Semut  Sungailiat Kabupaten Bangka Provinsi Kep. Bangka Belitung  kembali menjadi sorotan Publik terkait peredaran narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan yang dilakukan oleh seorang warga binaan bernama Sadam, Kamis ( 11/9/2025 )

Data yang didapat redaksi media ini sungguh mengejutkan dan harus menjadi atensi Kalapas Bukit semut hingga ke Kepala Kemenkumham Bangka Belitung ,  Sebuah rekaman panggilan video call sadam dengan seorang rekannya yang ada di luar lapas menegaskan bahwa dengan terang terangan Sadam dapat melalukan aktifitasnya  berbisnis Narkoba dari dalam kamar penjara.

Bebasnya sadam menggunakan handphone android dari dalam jeruji besi Blok D kamar 1 lapas Bukit semut pada malam hari menunjukkan lemahnya Pengawasan Lapas serta menguatkan indikasi adanya keterlibatan oknum pegawai lapas dari pangkat terendah hingga ke level Kalapas.

BACA JUGA ;  Ronal Pengusaha Apotik di Pangkalpinang , Diduga Pemilik Alat Berat Hitachi Yang Terjadi Laka Tambang Di Pemali Bangka Hello Berita -Polda Babel telah menetapkan 5 tersangka dalam kasus laka tambang di pondi Pemali Bangka ,Namun belum ada kompirmasi resmi dari pihak berwenang tentang keterlibatan Ronal dalam kasus ini . Tragedi kecelakaan tambang pada 2 Februari 2026 lalu Masi membekas di ingatkan publik , peristiwa memilukan dikawasan eks tambang timah Pondi Desa Pemali , Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka , yang menewaskan tujuh Penambang asal Banten yang tertimbun tanah akibat kontur lahan yang labil saat aktivitas penambangan berlangsung Insiden maut tersebut tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga korban , tetapi juga membuka tabir panjang praktik pertambangan ilegal diwilayah tersebut Seperti diberitakan sebelumnya , penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus ( Ditreskrimsus ) Polda Kepulauan Bangka Belitung telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus tragedi eks Tambang Pondi , mereka adalah kimkian Alias Akian , Suhendri alias aciu , Sarpuji Sayuti , Hian Tian alias Athian Deniang (39) Serta MN alias Ni (62), dua nama terakhir diketahui menjabat sebagai Direktur Utama dan penanggung jawab operasional CV Tiga Saudara Kelima tersangka kini telah diamankan dan menjalani penahan dirumah Tahanan Mapolda Bangka Belitung guna proses hukum lebih lanjut Namun pengusutan kasus ini diduga belum berhenti pada lima tersangka tersebut Berdasarkan keterangan dari sumber A1 yang di percaya tim investigasi Awak media yang meminta indentitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan , muncul dugaan adanya pihak lain yang berperan dibalik aktivitas tambang tersebut Sumber tersebut mengungkapkan bahwa dua unit alat berat jenis ekskavator yang ikut tertimbun merupakan milik seorang pengusaha bernama Ronal , yang dikenal sebagai pemilik usaha alat berat sekaligus pemain lama dalam bisnis pertimahan di Bangka Belitung Tidak hanya itu sosok tersebut juga disebut memiliki usaha apotik ternama di kota Pangkalpinang Tragedi eks tambang Pondi menjadi pengingat keras bahwa praktik pertambangan tanpa izin bukan sekadar pelanggaran hukum , tetapi juga ancaman nyata bagi keselamatan manusia , kini masyarakat menunggu sejauh mana pengusutan kasus ini , mampu membuka seluruh rantau aktor yang diduga berada dibalik aktivitas tambang ilegal tersebut . (A,saputra)

Parahnya lagi sadam memasang status WhatsApp nya dengan gambar pil ekstasi  berwarna putih berlogo mercy dan pil ekstasi berwarna kuning logo mario bros.

Menurut informasi dari sesama warga  binaan di lapas bukit  semut, Sadam belum lama menjadi warga binaan di lapas tersebut, sebelumnya ia menjadi penghuni lapas narkotika pangkalpinang dan sempat bermasalah kemudian dipindahkan ke Lapas bukit semut sungailiat.

BACA JUGA ;  Mendikdasmen Apresiasi Revitalisasi Satuan Pendidikan di Sampang Tuntas Lebih Cepat

” Belum lama Sadam dioper ke lapas bukit semut, sebelumnya ia dan 6 orang lainnya dipindahkan dari lapas Narkotika Pangkalpinang karena bermasalah, dan sekarang ia membuat masalah lagi “, ungkap sumber.

” Adanya temuan ini mengindikasikan bobroknya sistem pengawasan di Lapas Bukit Semut, yang memungkinkan barang haram tersebut masuk ke tangan narapidana,” kata sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

BACA JUGA ;  Ketua APRI Aceh Selatan : Percepat Legalisasi Pertambangan Rakyat, Bangkitkan Ekonomi Aceh!

Kepala Keamanan dan Ketertiban (KPLP) Lapas Sungailiat, ketika dihubungi melalui pesan singkat, berjanji akan menindaklanjuti informasi ini dan melaporkan kepada pimpinan.

“Terima kasih atas info yang telah diberikan. Info tersebut akan saya tindaklanjuti dengan segera melaporkan kepada pimpinan,” jawabnya.

Informasi terkini yang didapat redaksi, Pihak lapas hari ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap Sadam dan akan  memberikan hukuman  dan sangsi tegas sesuai aturan yang berlaku. ( Team/Read )

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *