Langkah Strategis Jakarta Mitigasi Ancaman Bencana Iklim

banner 468x60

Hello Berita, Jakarta – Pada periode 1 Januari hingga 1 Juni 2024 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hampir 850 bencana telah terjadi di Indonesia. Banjir menjadi bencana terbanyak dengan 566 kejadian diikuti cuaca ekstrem 147 kejadian, tanah longsor 72 kejadian, dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 43 kejadian. Terjadinya bencana tersebut tak luput dari dampak langsung perubahan iklim ekstrem yang mengarah pada krisis dan pola hidup manusia yang tidak ramah lingkungan.

BACA JUGA ;  Upacara Hari Kesadaran Nasional 2026, Wakapolres Bangka Barat: Momentum Perkuat Nasionalisme dan Integritas

Menjaga kelestarian lingkungan sejatinya menjadi tanggung jawab mutlak manusia. Krisis iklim yang terjadi berimbas pada munculnya permasalahan baru seperti kerusakan lingkungan, kekeringan, gas rumah kaca (GRK), ketersediaan pangan, dan lainnya.

Pemerintahan Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menempuh beberapa langkah strategis dalam mitigasi kemungkinan dampak bencana iklim yang dijalankan secara komprehensif bersama-sama dengan warga Jakarta. Beberapa kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam meminimalisir dampak bencana iklim dilakukan pada bidang pengelolaan air, GRK, serta kesehatan dan pangan.

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *