Pemprov Lampung Siap Sukseskan FESyar Sumatera 2025

Berita Utama, Daerah138 Dilihat
banner 468x60

Hello Berita, Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengapresiasi penunjukan Lampung sebagai tuan rumah penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2025 tingkat regional Sumatera yang akan digelar 20-22 Juni 2025 di Lampung City Mall.

Hal itu disampaikan Wagub Jihan dalam rapat pra-festival yang digelar di Ballroom Kantor Wilayah Bank Indonesia (BI) Lampung, Bandarlampung, Rabu (21/5/2025).

Wagub menilai kegiatan ini sebagai kesempatan strategis untuk memperkuat peran Lampung dalam peta ekonomi syariah nasional.

“FESyar Sumatera 2025 harus menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi Lampung sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, baik di tingkat regional maupun nasional,” ujarnya.

BACA JUGA ;  Ditemukan 1 Unit Excavator dan  Tambang Ilegal Diduga Milik Asang di Desa Keposang

Wagub Jihan menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, akademisi, perbankan syariah, dan lembaga keuangan lainnya. Ia berharap kegiatan ini dapat mempercepat terwujudnya visi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global pada 2045.

Selain itu, Pemprov Lampung mendukung berbagai inisiatif tambahan, seperti peluncuran Pasar Rakyat Halal bekerja sama dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Gerakan Sadar Wakaf di RS AKA Medika Lampung Timur, serta pelatihan ekonomi syariah bagi influencer dan jurnalis se-Sumatera.

Wagub Jihan juga mendorong penetapan satu atau dua wilayah di Lampung sebagai kawasan ekonomi syariah, terutama daerah dengan potensi keagamaan dan budaya Islam yang kuat. “Kami ingin Lampung menjadi pusat inovasi dan kolaborasi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing,” ujarnya.

BACA JUGA ;  Ronal Pengusaha Apotik di Pangkalpinang , Diduga Pemilik Alat Berat Hitachi Yang Terjadi Laka Tambang Di Pemali Bangka Hello Berita -Polda Babel telah menetapkan 5 tersangka dalam kasus laka tambang di pondi Pemali Bangka ,Namun belum ada kompirmasi resmi dari pihak berwenang tentang keterlibatan Ronal dalam kasus ini . Tragedi kecelakaan tambang pada 2 Februari 2026 lalu Masi membekas di ingatkan publik , peristiwa memilukan dikawasan eks tambang timah Pondi Desa Pemali , Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka , yang menewaskan tujuh Penambang asal Banten yang tertimbun tanah akibat kontur lahan yang labil saat aktivitas penambangan berlangsung Insiden maut tersebut tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga korban , tetapi juga membuka tabir panjang praktik pertambangan ilegal diwilayah tersebut Seperti diberitakan sebelumnya , penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus ( Ditreskrimsus ) Polda Kepulauan Bangka Belitung telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus tragedi eks Tambang Pondi , mereka adalah kimkian Alias Akian , Suhendri alias aciu , Sarpuji Sayuti , Hian Tian alias Athian Deniang (39) Serta MN alias Ni (62), dua nama terakhir diketahui menjabat sebagai Direktur Utama dan penanggung jawab operasional CV Tiga Saudara Kelima tersangka kini telah diamankan dan menjalani penahan dirumah Tahanan Mapolda Bangka Belitung guna proses hukum lebih lanjut Namun pengusutan kasus ini diduga belum berhenti pada lima tersangka tersebut Berdasarkan keterangan dari sumber A1 yang di percaya tim investigasi Awak media yang meminta indentitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan , muncul dugaan adanya pihak lain yang berperan dibalik aktivitas tambang tersebut Sumber tersebut mengungkapkan bahwa dua unit alat berat jenis ekskavator yang ikut tertimbun merupakan milik seorang pengusaha bernama Ronal , yang dikenal sebagai pemilik usaha alat berat sekaligus pemain lama dalam bisnis pertimahan di Bangka Belitung Tidak hanya itu sosok tersebut juga disebut memiliki usaha apotik ternama di kota Pangkalpinang Tragedi eks tambang Pondi menjadi pengingat keras bahwa praktik pertambangan tanpa izin bukan sekadar pelanggaran hukum , tetapi juga ancaman nyata bagi keselamatan manusia , kini masyarakat menunggu sejauh mana pengusutan kasus ini , mampu membuka seluruh rantau aktor yang diduga berada dibalik aktivitas tambang ilegal tersebut . (A,saputra)

Pemerintah Provinsi Lampung sendiri menyatakan kesiapan menyukseskan FESyar Sumatera 2025 sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di regional Sumatera.

Rapat dipimpin Direktur Eksekutif Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Lampung Ardiansyah.

Sementara itu, dalam paparannya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Junanto Herdiawan menjelaskan rangkaian kegiatan FESyar meliputi seminar, workshop, business matching, kompetisi, tabligh akbar, hingga pameran produk halal. Selain itu, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Bank Indonesia akan mendorong program unggulan seperti pengembangan Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, Sehat) di Pasar Lebak Budi dan UIN Raden Intan Lampung, serta destinasi wisata ramah muslim di Pahawang dan Lampung Selatan.

BACA JUGA ;  Ketua APRI Aceh Selatan : Percepat Legalisasi Pertambangan Rakyat, Bangkitkan Ekonomi Aceh!

Festival tahun ini mengusung tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi Regional.” Tiga pilar utama yang menjadi fokus adalah penguatan ekosistem produk halal, pengembangan keuangan syariah, serta peningkatan literasi, inklusi, dan gaya hidup halal,” ujar Junanto.(red)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *