Polres Bangka Barat Ungkap Penusukan di Laut Tempilang, Berawal dari Teguran Soal Piring Kotor

banner 468x60

Hello Berita, Bangka Barat- Polres Bangka Barat mengungkap kasus penganiayaan berat menggunakan senjata tajam yang terjadi di perairan Laut Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Selasa (27/1/2026) sore.

Peristiwa berdarah ini dipicu persoalan sepele, yakni teguran korban kepada pelaku agar mencuci piring bekas makan di ponton.

Insiden terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di atas Ponton PIP Rajuk milik Yudi. Korban, Yosep, merupakan pekerja ponton, sedangkan terduga pelaku berinisial D adalah tenaga kerja bantuan di lokasi yang sama.

BACA JUGA ;  Ronal Pengusaha Apotik di Pangkalpinang , Diduga Pemilik Alat Berat Hitachi Yang Terjadi Laka Tambang Di Pemali Bangka Hello Berita -Polda Babel telah menetapkan 5 tersangka dalam kasus laka tambang di pondi Pemali Bangka ,Namun belum ada kompirmasi resmi dari pihak berwenang tentang keterlibatan Ronal dalam kasus ini . Tragedi kecelakaan tambang pada 2 Februari 2026 lalu Masi membekas di ingatkan publik , peristiwa memilukan dikawasan eks tambang timah Pondi Desa Pemali , Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka , yang menewaskan tujuh Penambang asal Banten yang tertimbun tanah akibat kontur lahan yang labil saat aktivitas penambangan berlangsung Insiden maut tersebut tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga korban , tetapi juga membuka tabir panjang praktik pertambangan ilegal diwilayah tersebut Seperti diberitakan sebelumnya , penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus ( Ditreskrimsus ) Polda Kepulauan Bangka Belitung telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus tragedi eks Tambang Pondi , mereka adalah kimkian Alias Akian , Suhendri alias aciu , Sarpuji Sayuti , Hian Tian alias Athian Deniang (39) Serta MN alias Ni (62), dua nama terakhir diketahui menjabat sebagai Direktur Utama dan penanggung jawab operasional CV Tiga Saudara Kelima tersangka kini telah diamankan dan menjalani penahan dirumah Tahanan Mapolda Bangka Belitung guna proses hukum lebih lanjut Namun pengusutan kasus ini diduga belum berhenti pada lima tersangka tersebut Berdasarkan keterangan dari sumber A1 yang di percaya tim investigasi Awak media yang meminta indentitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan , muncul dugaan adanya pihak lain yang berperan dibalik aktivitas tambang tersebut Sumber tersebut mengungkapkan bahwa dua unit alat berat jenis ekskavator yang ikut tertimbun merupakan milik seorang pengusaha bernama Ronal , yang dikenal sebagai pemilik usaha alat berat sekaligus pemain lama dalam bisnis pertimahan di Bangka Belitung Tidak hanya itu sosok tersebut juga disebut memiliki usaha apotik ternama di kota Pangkalpinang Tragedi eks tambang Pondi menjadi pengingat keras bahwa praktik pertambangan tanpa izin bukan sekadar pelanggaran hukum , tetapi juga ancaman nyata bagi keselamatan manusia , kini masyarakat menunggu sejauh mana pengusutan kasus ini , mampu membuka seluruh rantau aktor yang diduga berada dibalik aktivitas tambang ilegal tersebut . (A,saputra)

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, menjelaskan bahwa cekcok bermula saat korban menegur pelaku terkait piring bekas makan yang tidak dibersihkan.

“Teguran tersebut memicu perselisihan. Dalam kondisi emosi, terduga pelaku diduga mengambil pisau dan melakukan penusukan ke arah leher korban,” ujar Yos.
Ditangani Cepat oleh Polres Bangka Barat

BACA JUGA ;  *Ditemukan Gudang Diduga Tempat Pemurnian Timah Ilegal di Beluluk, Pemilik Diduga Pengusaha DARI Parit 3

Usai kejadian, korban segera dibawa ke Puskesmas Tempilang dan kemudian dirujuk ke RSUD Pangkalpinang untuk perawatan lanjutan.

Sementara itu, Polres Bangka Barat langsung bergerak cepat. Setelah menerima laporan, jajaran Polsek Tempilang berkoordinasi dengan Satpolair Polres Bangka Barat untuk menjangkau lokasi kejadian di tengah laut.

Dalam hitungan jam, terduga pelaku berhasil diamankan di atas ponton dan dibawa ke Mapolsek Tempilang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

BACA JUGA ;  Tambang Ilegal Milik Pendi dan 1 Unit PC Rambah Hutan Kawasan di Kecamatan Pemali, Bangka, Sumber : Ada Oknum TNI Pegang Koordinasi PCnya!

“Fokus kami adalah pengamanan situasi, pengejaran pelaku, serta pendalaman perkara. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan,” kata Yos.

Barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga digunakan dalam penusukan turut diamankan oleh petugas.

(Ar,saputra)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *