Satlantas Polres Bangka Barat Intensifkan Patroli Rawan Banjir di Mentok

banner 468x60

 

Hello berita, Bangka Barat- Lalu Lintas Polres Bangka Barat meningkatkan patroli dan monitoring di sejumlah titik rawan banjir di wilayah Kecamatan Mentok, Jumat (9/1/2026), sebagai langkah antisipasi dampak cuaca hujan terhadap keselamatan berlalu lintas.

Patroli yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut menyasar beberapa ruas jalan utama dan kawasan permukiman, di antaranya Jalan Soedirman sekitar SPBU Kampung Jawa, Jalan depan PLN, Kampung Culong, Kampung Baru, hingga Kampung Ulu Mentok.

BACA JUGA ;  Kunker Strategis Bondowoso Ke Kemenkes RI

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K. mengatakan, patroli ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memastikan situasi lalu lintas tetap aman di tengah meningkatnya debit air akibat hujan.

“Kami menginstruksikan jajaran, khususnya Satlantas, untuk aktif melakukan patroli dan monitoring di titik-titik rawan banjir. Tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar AKBP Pradana.

BACA JUGA ;  Bongkar Jaringan Penyelundupan Timah Indonesia–Malaysia, Polres Bangka Barat Ungkap Rantai dari Gudang hingga Kapal Hantu

Ia menjelaskan, dari hasil pemantauan di lapangan, debit dan volume air di beberapa lokasi terpantau sudah naik hingga ke badan jalan, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Personel juga memberikan imbauan langsung kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, mengingat kondisi jalan licin dan jarak pandang yang terbatas akibat hujan,” tambahnya.

Menurut Kapolres, langkah preventif ini diharapkan mampu menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas serta menjaga situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Bangka Barat.

BACA JUGA ;  Ronal Pengusaha Apotik di Pangkalpinang , Diduga Pemilik Alat Berat Hitachi Yang Terjadi Laka Tambang Di Pemali Bangka Hello Berita -Polda Babel telah menetapkan 5 tersangka dalam kasus laka tambang di pondi Pemali Bangka ,Namun belum ada kompirmasi resmi dari pihak berwenang tentang keterlibatan Ronal dalam kasus ini . Tragedi kecelakaan tambang pada 2 Februari 2026 lalu Masi membekas di ingatkan publik , peristiwa memilukan dikawasan eks tambang timah Pondi Desa Pemali , Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka , yang menewaskan tujuh Penambang asal Banten yang tertimbun tanah akibat kontur lahan yang labil saat aktivitas penambangan berlangsung Insiden maut tersebut tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga korban , tetapi juga membuka tabir panjang praktik pertambangan ilegal diwilayah tersebut Seperti diberitakan sebelumnya , penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus ( Ditreskrimsus ) Polda Kepulauan Bangka Belitung telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus tragedi eks Tambang Pondi , mereka adalah kimkian Alias Akian , Suhendri alias aciu , Sarpuji Sayuti , Hian Tian alias Athian Deniang (39) Serta MN alias Ni (62), dua nama terakhir diketahui menjabat sebagai Direktur Utama dan penanggung jawab operasional CV Tiga Saudara Kelima tersangka kini telah diamankan dan menjalani penahan dirumah Tahanan Mapolda Bangka Belitung guna proses hukum lebih lanjut Namun pengusutan kasus ini diduga belum berhenti pada lima tersangka tersebut Berdasarkan keterangan dari sumber A1 yang di percaya tim investigasi Awak media yang meminta indentitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan , muncul dugaan adanya pihak lain yang berperan dibalik aktivitas tambang tersebut Sumber tersebut mengungkapkan bahwa dua unit alat berat jenis ekskavator yang ikut tertimbun merupakan milik seorang pengusaha bernama Ronal , yang dikenal sebagai pemilik usaha alat berat sekaligus pemain lama dalam bisnis pertimahan di Bangka Belitung Tidak hanya itu sosok tersebut juga disebut memiliki usaha apotik ternama di kota Pangkalpinang Tragedi eks tambang Pondi menjadi pengingat keras bahwa praktik pertambangan tanpa izin bukan sekadar pelanggaran hukum , tetapi juga ancaman nyata bagi keselamatan manusia , kini masyarakat menunggu sejauh mana pengusutan kasus ini , mampu membuka seluruh rantau aktor yang diduga berada dibalik aktivitas tambang ilegal tersebut . (A,saputra)

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas kami. Dengan patroli rutin dan respons cepat di lapangan, kami berharap aktivitas masyarakat tetap berjalan aman meskipun cuaca kurang bersahabat,” pungkas AKBP Pradana.

Selama kegiatan berlangsung, situasi kamtibmas dan arus lalu lintas di seputaran Mentok terpantau aman dan terkendali.

(A,r saputra)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *