Telah Terjadi Dugaan Pemerasan Dengan Modus Video Coll di Kecamatan Dolok Masihul?!

banner 468x60

Sumut Sergai, Hello Brita. Kasus pemerasan kembali mencuat di tengah masyarakat, kali ini menyasar seorang warga di Desa Tegal Sari, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Kejadian tersebut mengungkap modus baru yang dilakukan pelaku, yaitu melalui panggilan video (Video Call) dengan aplikasi WhatsApp. Selasa, 30 Desember 2025.

Pelaku tanpa ragu meminta korban untuk mentransfer sejumlah uang dengan ancaman akan menyebarluaskan video dan foto pribadi korban. Korban, yang berinisial ( NGTN ) dan akrab disapa Ketua, menceritakan kejadian ini kepada awak media, Pada Selasa, 30 Desember 2025, sekira pukul 15.00 Wib.

Ketua, mengaku awalnya menerima panggilan video dari nomor yang tidak dikenal, tetapi ia menyangka panggilan tersebut berasal dari kerabatnya pada Jumat 26 Desember 2025, sekira pukul, 22.30 Wib.

BACA JUGA ;  Penambang Ilegal di Hutan Kawasan Desa Gadung, Toboali Sebut : Mail Oknum Anggota TNI Korem Pemegang Koordinasi PC?

“Saya terima VC karena saya kira ada keluarga yang menelepon. Awalnya ada seorang perempuan yang mengajak ngobrol, tapi saya tidak ingat apa-apa lagi. Tiba-tiba, pelaku meminta sejumlah uang dengan ancaman akan menyebarkan video tak senonoh dari VC tersebut,” ungkap ketua.

Setelah melakukan panggilan, pelaku mengancam akan menyebarluaskan video dan tangkapan layar dari VC tersebut ke publik. Ketua yang panik, memohon kepada pelaku agar tidak menyebarluaskan video itu.

Melihat ketakutan korban, pelaku kemudian meminta ketua untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening yang telah disediakan. Namun ketua mengaku tidak memiliki sejumlah uang yang diminta.

Keesokan harinya pada Sabtu 27 Desember 2025, korban kembali menerima panggilan lain dari seseorang yang mengaku dari salah satu media yang mengklaim bahwa video tersebut siap diviralkan kecuali korban menyetorkan dana sebesar Rp 850.000 (Delapan Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) untuk “menghentikan” penyebaran video tersebut.

BACA JUGA ;  Dua Kali Kirim ke Malaysia, Polres Bangka Barat Ungkap Kerugian Negara Ditaksir Rp 3,6 Miliar

Ketua akhirnya sempat mentransfer sejumlah uang, meski tidak sebesar yang diminta pelaku. Korban melakukan transfer ke salah satu wanita sebesar Rp.160.000, (Seratus Enam Puluh Ribu Rupiah) dan kepada yang mengaku dari salah satu media sebesar Rp.150.000. (Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah) karena sudah sangat panik.

“Jika ada video yang menunjukkan wajah saya dengan aktivitas tak senonoh, itu adalah hasil rekaman setelah saya dijebak. Saya terima panggilan VC dari nomor baru yang tidak tersimpan di HP saya” jelasnya, berharap masyarakat lebih waspada terhadap modus ini.

Ketua, juga menyerahkan nomor WhatsApp dan nomor rekening pelaku kepada awak media, untuk dipublikasikan, dengan harapan tidak ada korban lain yang terjebak. Berdasarkan data yang diperoleh awak media. nomor WhatsApp yang digunakan pelaku wanita adalah ,085825448290. dan pelaku yang mengaku dari salah satu media adalah, 0895429178083, dan 083877836223.

BACA JUGA ;  Ronal Pengusaha Apotik di Pangkalpinang , Diduga Pemilik Alat Berat Hitachi Yang Terjadi Laka Tambang Di Pemali Bangka Hello Berita -Polda Babel telah menetapkan 5 tersangka dalam kasus laka tambang di pondi Pemali Bangka ,Namun belum ada kompirmasi resmi dari pihak berwenang tentang keterlibatan Ronal dalam kasus ini . Tragedi kecelakaan tambang pada 2 Februari 2026 lalu Masi membekas di ingatkan publik , peristiwa memilukan dikawasan eks tambang timah Pondi Desa Pemali , Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka , yang menewaskan tujuh Penambang asal Banten yang tertimbun tanah akibat kontur lahan yang labil saat aktivitas penambangan berlangsung Insiden maut tersebut tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga korban , tetapi juga membuka tabir panjang praktik pertambangan ilegal diwilayah tersebut Seperti diberitakan sebelumnya , penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus ( Ditreskrimsus ) Polda Kepulauan Bangka Belitung telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus tragedi eks Tambang Pondi , mereka adalah kimkian Alias Akian , Suhendri alias aciu , Sarpuji Sayuti , Hian Tian alias Athian Deniang (39) Serta MN alias Ni (62), dua nama terakhir diketahui menjabat sebagai Direktur Utama dan penanggung jawab operasional CV Tiga Saudara Kelima tersangka kini telah diamankan dan menjalani penahan dirumah Tahanan Mapolda Bangka Belitung guna proses hukum lebih lanjut Namun pengusutan kasus ini diduga belum berhenti pada lima tersangka tersebut Berdasarkan keterangan dari sumber A1 yang di percaya tim investigasi Awak media yang meminta indentitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan , muncul dugaan adanya pihak lain yang berperan dibalik aktivitas tambang tersebut Sumber tersebut mengungkapkan bahwa dua unit alat berat jenis ekskavator yang ikut tertimbun merupakan milik seorang pengusaha bernama Ronal , yang dikenal sebagai pemilik usaha alat berat sekaligus pemain lama dalam bisnis pertimahan di Bangka Belitung Tidak hanya itu sosok tersebut juga disebut memiliki usaha apotik ternama di kota Pangkalpinang Tragedi eks tambang Pondi menjadi pengingat keras bahwa praktik pertambangan tanpa izin bukan sekadar pelanggaran hukum , tetapi juga ancaman nyata bagi keselamatan manusia , kini masyarakat menunggu sejauh mana pengusutan kasus ini , mampu membuka seluruh rantau aktor yang diduga berada dibalik aktivitas tambang ilegal tersebut . (A,saputra)

Sementara rekening tujuan yang diberikan kepada korban untuk mentransfer uang adalah rekening, DANA milik wanita tersebut dengan nomor DANA, 085825448290 atas nama Yanrul, dan yang mengaku dari media atas nama Rizal dengan nomor rekening DANA, 085753192316.

Kasus ini menambah daftar panjang modus kejahatan melalui media sosial dan aplikasi perpesanan. Masyarakat di himbau untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap panggilan dari nomor yang tidak dikenal, serta untuk tidak mudah terpancing oleh ancaman dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *