Tiga Kali Temuan Diduga Sisa Bahan Peledak Perang Dunia II, Kapolres Bangka Barat, Keselamatan Warga Prioritas

banner 468x60

Helloberita, Bangka Barat- Kapolres Bangka Barat Pradana Aditya Nugraha menegaskan, temuan benda yang diduga bahan peledak di wilayahnya diduga kuat merupakan sisa peninggalan Perang Dunia II.

Menurut dia, selama menjabat sebagai Kapolres Bangka Barat, sudah tiga kali ditemukan benda serupa, mulai dari granat hingga mortir.

“Ini yang ketiga kalinya selama saya berdinas di Bangka Barat ditemukan benda yang diduga bahan peledak, mulai dari granat sampai mortir yang diduga merupakan sisa Perang Dunia II,” ujar Pradana dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).

BACA JUGA ;  Ronal Pengusaha Apotik di Pangkalpinang , Diduga Pemilik Alat Berat Hitachi Yang Terjadi Laka Tambang Di Pemali Bangka Hello Berita -Polda Babel telah menetapkan 5 tersangka dalam kasus laka tambang di pondi Pemali Bangka ,Namun belum ada kompirmasi resmi dari pihak berwenang tentang keterlibatan Ronal dalam kasus ini . Tragedi kecelakaan tambang pada 2 Februari 2026 lalu Masi membekas di ingatkan publik , peristiwa memilukan dikawasan eks tambang timah Pondi Desa Pemali , Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka , yang menewaskan tujuh Penambang asal Banten yang tertimbun tanah akibat kontur lahan yang labil saat aktivitas penambangan berlangsung Insiden maut tersebut tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga korban , tetapi juga membuka tabir panjang praktik pertambangan ilegal diwilayah tersebut Seperti diberitakan sebelumnya , penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus ( Ditreskrimsus ) Polda Kepulauan Bangka Belitung telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus tragedi eks Tambang Pondi , mereka adalah kimkian Alias Akian , Suhendri alias aciu , Sarpuji Sayuti , Hian Tian alias Athian Deniang (39) Serta MN alias Ni (62), dua nama terakhir diketahui menjabat sebagai Direktur Utama dan penanggung jawab operasional CV Tiga Saudara Kelima tersangka kini telah diamankan dan menjalani penahan dirumah Tahanan Mapolda Bangka Belitung guna proses hukum lebih lanjut Namun pengusutan kasus ini diduga belum berhenti pada lima tersangka tersebut Berdasarkan keterangan dari sumber A1 yang di percaya tim investigasi Awak media yang meminta indentitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan , muncul dugaan adanya pihak lain yang berperan dibalik aktivitas tambang tersebut Sumber tersebut mengungkapkan bahwa dua unit alat berat jenis ekskavator yang ikut tertimbun merupakan milik seorang pengusaha bernama Ronal , yang dikenal sebagai pemilik usaha alat berat sekaligus pemain lama dalam bisnis pertimahan di Bangka Belitung Tidak hanya itu sosok tersebut juga disebut memiliki usaha apotik ternama di kota Pangkalpinang Tragedi eks tambang Pondi menjadi pengingat keras bahwa praktik pertambangan tanpa izin bukan sekadar pelanggaran hukum , tetapi juga ancaman nyata bagi keselamatan manusia , kini masyarakat menunggu sejauh mana pengusutan kasus ini , mampu membuka seluruh rantau aktor yang diduga berada dibalik aktivitas tambang ilegal tersebut . (A,saputra)

Ia menjelaskan, wilayah pesisir Bangka Barat yang memiliki catatan sejarah pada masa perang memungkinkan masih adanya sisa-sisa material militer yang tertimbun di dalam tanah atau terbawa arus laut.

Karena itu, setiap laporan dari masyarakat langsung ditindaklanjuti dengan langkah pengamanan ketat. Kepolisian, kata dia, berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP) dalam penanganan bahan peledak.

“SOP penanganan handak kami pedomani dengan berkoordinasi kepada Sat Brimobda Kepulauan Bangka Belitung dan senantiasa mengedepankan keselamatan warga masyarakat,” katanya.

BACA JUGA ;  Kunker Strategis Bondowoso Ke Kemenkes RI

Dalam penanganan terbaru di Desa Air Putih, jajaran Polres Bangka Barat bersama Polsek Mentok langsung mengamankan lokasi dan berkoordinasi dengan Tim Jibom Gegana untuk melakukan evakuasi serta disposal atau peledakan terkendali di lokasi yang aman.

Pradana juga mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menyentuh, memindahkan, atau menyimpan benda mencurigakan yang berpotensi sebagai bahan peledak.

BACA JUGA ;  Diduga Kebal Hukum, Bandar Judi Togel "AN" Masih Bebas Beroperasi di Kota Mentok

“Apabila ke depan ada warga yang menemukan kembali benda-benda mencurigakan yang patut diduga sebagai bahan peledak, agar sesegeranya menghubungi kantor kepolisian terdekat, melalui Bhabinkamtibmas atau menggunakan layanan 110 yang akan langsung terhubung ke SPKT Polres Bangka Barat,” tegasnya.

Ia memastikan, seluruh proses penanganan berjalan aman dan lancar tanpa adanya kejadian menonjol, serta menjadi bentuk komitmen kepolisian dalam melindungi masyarakat dari potensi bahaya.

(A,r)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *